Medan, (BeritaTerupdate) - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di Lapangan Merdeka Medan mengungkapkan keprihatinan mereka dan mengeluh atas tindakan penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Medan. Para pedagang merasa dirugikan dengan adanya penertiban ini, yang berdampak pada kelangsungan usaha mereka.

Beberapa pedagang yang diwawancarai mengungkapkan bahwa penertiban yang dilakukan oleh pihak berwenang telah mengakibatkan pemindahan paksa dan pengurangan area berjualan mereka. Mereka mengatakan bahwa tidak adanya penjelasan yang jelas dan kurangnya dialog antara pihak pemerintah dan pedagang telah menimbulkan ketidakpuasan dan kebingungan di kalangan pedagang.

"Kami merasa sangat tidak dihargai dengan tindakan penertiban ini. Kami telah beroperasi di sini selama bertahun-tahun, dan tiba-tiba kami diharuskan pindah ke tempat lain tanpa penjelasan yang memadai," ungkap Fery, salah seorang pedagang.

Pedagang juga mengungkapkan kekhawatiran mereka akan dampak ekonomi yang dirasakan akibat penertiban ini. Mereka mengklaim bahwa pindah ke lokasi baru atau mengurangi area berjualan dapat berdampak negatif pada pendapatan mereka. Beberapa pedagang bahkan mengatakan bahwa mereka kesulitan untuk mendapatkan pelanggan di tempat baru.

Selain itu, pedagang juga mengeluhkan kurangnya alternatif yang diberikan oleh pemerintah setempat. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih baik, seperti memberikan tempat yang lebih strategis atau memberikan bantuan untuk membantu mereka beradaptasi dengan perubahan.

Menanggapi keprihatinan pedagang, Humas Pemerintah Kota Medan, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan kota. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga memiliki rencana pembangunan yang melibatkan Lapangan Merdeka Medan, sehingga perlu adanya penataan kembali.

"Penertiban yang dilakukan merupakan langkah yang diambil dalam rangka penataan kota yang lebih baik. Kami memahami keprihatinan pedagang, dan kami berupaya untuk mencari solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak," ujarnya.

Pemerintah Kota Medan berjanji akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan pedagang untuk mendengarkan masukan dan mencari solusi bersama. Mereka juga berkomitmen untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada pedagang dalam menghadapi perubahan ini.

Diharapkan dengan adanya dialog yang konstruktif antara pemerintah dan pedagang, serta dengan adanya solusi yang adil dan berkelanjutan, situasi ini dapat diselesaikan dengan baik untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pedagang dan penataan kota yang diinginkan oleh pemerintah.

Editor : Sutan Malik