Menurut pendapat salah satu kader Nasdem Arif Antasena mengatakan "Kebutuhan pupuk bersubsidi di Langkat saat ini berjumlah 58.089 ton, alokasinya sebanyak 23.129 ton, sedangkan baru terealisasi baru 23.000 ton, kekurangan pupuk yang dibutuhkan oleh petani Langkat sebanyak 38.960 ton. Menurut saya sudah saatnya kita berfikir ulang, mengapa tak mengedepankan Pupuk Organik Cair yang jauh lebih baik dan lebih ramah lingkungan ketimbang pupuk an organik."tegas Arif Antasena.
Melihat hal ini yang sangat memilukan hati, Ketua Yayasan Elang Memega Indonesia Bahtiar mengatakan "Sudah waktunya kita mengutamakan Pupuk Organik Cair yang berkualitas dan lebih ramah lingkungan. Saya sangat setuju dengan pendapat mas Arif Antasena tentang Pupuk Organik Cair tersebut. Semakin banyak para petani menggunakan Pupuk Organik Cair semakin banyak pula sampah organik terserap dengan jumlah besar, dan harapannya kedepan para petani pun sejahtera."pungkas beliau.
Lanjut Bahtiar "Saya siap untuk menjadi yang terdepan untuk mendukung program penggunaan pupuk organik cair tersebut, saatnya pemerintah kabupaten Langkat memperhatikan para petani di daerahnya, bagaimana mensejahterakan para petani di Langkat tersebut menjelang Hari Tani Nasional 2022."(Red)
